Peneliti keamanan dari North Carolina State University Raleigh, menemukan risiko pelanggaran privasi dalam fitur heatmap aplikasi Strava yang dapat mengarah pada identifikasi alamat rumah pengguna. Strava adalah aplikasi pendamping olahraga lari dan pelacakan kebugaran yang populer dengan lebih dari 100 juta pengguna di seluruh dunia, termasuk Indonesia, dan membantu penggunanya melacak detak jantung, detail aktivitas, lokasi GPS, dan banyak lagi. Dengan membandingkan titik akhir dari heatmap dan data pribadi pengguna dari fungsi pencarian, peneliti dapat mengkorelasikan titik aktivitas tinggi pada heatmap dan alamat rumah pengguna. Profil publik pengguna Strava berisi data aktivitas dengan stempel waktu dan jarak. Hal ini memudahkan untuk mengidentifikasi rute potensial yang cocok dengan pola dalam data heatmap. Cara untuk memitigasi kerentanan risiko privasi ini adalah dengan mengaktifkan pelacakan lokasi setelah pengguna beberapa meter meninggalkan rumah.
Sumber : https://www.bleepingcomputer.com/news/security/strava-heatmap-feature-can-be-abused-to-find-home-addresses/
Sumber : https://www.bleepingcomputer.com/news/security/strava-heatmap-feature-can-be-abused-to-find-home-addresses/